Showing posts with label sholat. Show all posts
Showing posts with label sholat. Show all posts
Monday, September 19, 2016

Mengapa Sulit Untuk Khusyu Dalam Shalat? Ini Jawabannya

Shalat menggambarkan tiang agama. dan juga shalat pula merupakan rukun islam yang ke - 2. dan juga dia pula pembeda antara mu’min dan juga kafir. oleh karenanya bagaikan seseorang mu’min yang baik, haruslah kita mencermati kualiats shalat kita tiap - tiap. salh satunya merupakan khusyu’.

tetapi, kita seluruh menyadari banyak di atara kita seluruh tercantum penulis seorang diri masih susah buat khusyu’ dalam shalat. berikut jawaban dari kasus terpaut sulitnya khusyu’ dalam shalat oleh ust arifin ilham. mudah - mudahan dengan mengenali pemicu sulitnya kita buat khusyu’ dalam shalat, mudah2an kita dapat membetulkan mutu shalat kita.

yang kesatu, benar belum kenali kecuali sebatas tuhan. belum kenali watak, af’al dan juga asmanya. ia yang menghasilkan manusia, hewan, tumbuh - tumbuhan, saya, tubuhku, mataku, telingaku, jantungku, istriku, anak - anakku, seluruh yang kulihat, seluruh yang kudengar, seluruh yang bergerak, seluruh yang berposisi dilangit dan juga dibumi, seluruh dihidupkannya ” (AL) muhyi” dan juga seluruh hendak dimatikannya “al mumiitu“. seluruh tunduk dalam kehendak “al muriidu” dan juga kekuasaannya “al qodiiru”, dialah yang mengendalikan seluruhnya “ar robbu”, dialah yang mengusai sekalian mempunyai seluruhnya “al maaliku” (qs ali imran 26 - 27). ia maha memandang “al bashiiru” ketahui persis hati, benak dan juga lintasan benak kita dan juga ia maha mendengar “as samiiu”. mendengar gesekan daun, langkah semut dan juga rintihan hati hambanya.

lalu sadarkah kita kalau ia yang seluruh galanya yang kita hadapi dalam sholat sepanjang ini? , bisakah hati dan juga benak kita lari dikala sholat sedangkan ia memandang hati benak kita? bahwa begitu kok dapat maksiat sedangkan ia terus menerus mencermati kita?

yang kedua, karna belum faham teks, arti, hikmah, keutamaan, ketentuan dan juga rukun sholat. hingga jadilah “sukaaro” shalat mabuk alias sholat tanpa kerasa, tanpa uraian, tanpa penghayatan, tanpa kepercayaan, kosong, hampa, seolah robot jasad tanpa ruh. “alkusaala” malah merasa beban, buru - buru pengen kilat tuntas, senangnya menunda - nunda waktunya, gerak sholatnya kilat serupa ayam matok. surah dan juga teks shalatpun komai kamit. sahabatku, ikuti kalam allah ini, “…janganlah kamu menegakkan shalat, sebaliknya kamu dalam kondisi mabuk, hingga kamu betul - betul mengerti apa - apa yang kamu baca dalam shalat kalian” (qs an nisa 43).

amati orang mabuk mengatakan berbuat namun tidak siuman apa yang dikatakan dan juga apa yang diperbuat, amati orang shalat berdiri, bertakbir, baca ayat, rukuk, sujud, tahiyyat dan juga salam, namun tidak siuman kalau dia lagi berdiri, rukuk, sujud menghadap pencipta langit dan juga bumi, tidak siuman kalau dia lagi berdialog dengan pencipta pribadinya, yang maha memastikan segala - galanya.

yang ketiga, karna tidak siuman kalau shalat itu merupakan “almuhadatsah bainal makhluqi wa khooliqi” diskusi hamba kepada khaliqnya, “apabila salah seseorang dari kamu shalat, sesungguhnya dia lagi berkomukasi dengan allah” (hr bukhori muslim).

coba perhatikan dari adzan, panggilan waktu menghadapnya, yang dipanggilpun yang bersyahadat, “asyhaaduallaa ilaaha illallah wa ashhadu anna muhammadar rasulullah”, yang tidak beriman tidak terpanggil, karna seperti itu rasulullah menegaskan, “yang membedakan kita dengan orang kafir merupakan shalat, hingga siapa dengan terencana meninggalkan shalat hingga begitu dia sudah berperangai serupa orang kafir”.

menutup rambut/aurat menghadapnya, menghadap kiblat karna benar fokus jasad ruh, hati benak kepadanya, terlebih berjamaah jadi apik shaf dan juga segala duniapun satu arah kiblat, kemudian bersuci karna benar menghadap maha suci, kemudian berdiri tegap, takbir, membaca ifitah “inn wajjahtu wajhiyalilldzi fathoros samaawati wal ardho” hamba tiba menghadapmu duhai pencipta langit dan juga bumi, tunduk patuh taat padamu. inilah diantara komunikasi shalat yang belum dimengerti. lalu gimana khusyu’ tanpa pemahaman ini, sahabatku…?

yang keempat, karna sedikit kita yang mengerti kalau dalam shalat tatkala membaca (AL) fatihah terjalin diskusi hamba dengan rabbnya. dari abu hurairah, rasulullah bersabda, “barang siapa membaca tulisan al - fatihah, tiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh allah”, kemudian rasulullah mengantarkan kala seseorang hamba mengatakan, ”segala puji untuk allah, tuhan seru sekaligus alam”. allah menanggapi, “hamba - ku telah memuji - ku”. seseorang hamba mengatakan, ”yang maha pengasih, lagi maha penyayang”. allah menanggapi, “hamba - ku memuji - ku”. seseorang hamba mengatakan, ”raja di hari pengadilan”. allah menanggapi, “hamba - ku mengagungkan diri - ku. hamba - ku berserah diri kepada - ku”. seseorang hamba mengatakan, ”hanya engkaulah yang kami sembah, dan juga cuma kepada - mu kami meminta pertolongan”. allah menanggapi, “inilah pertengahan antara saya dan juga hamba - ku, dan juga untuk hamba - ku apa yang ia memohon saya berikan”. seseorang hamba mengatakan, ”tunjukilah kami jalur yang lurus, jalur yang telah engkau anugerahkan kepada mereka, bukan mereka yang kena murka dan juga bukan mereka yang sesat. ” allah menanggapi, “ini kepunyaan hamba - ku, dan juga untuk hamba - ku apa yang ia memohon saya berikan”. (hadist qudsi, hr muslim).

karna itu sahabatku, mulailah bacanya pelan - pelan dengan pemahaman dan juga keyakinan“thuma’ninah”, begitu allah menanggapi tiap ayat yang kita baca…”

yang kelima, karna “hubbub dunya” amat menyayangi dunia, “the money is the first and the final of life, nomor money nomor happy” sampai - sampai hati pikirannya senantiasa dipadati oleh seluruh suatu yang bertabiat duniawi, uang, dolar, makan minum, keluarga, target - target bisnis, masalah - masalah, berkhayal dan juga sebagainya. dan juga seperti itu yang di ingat - ingat dalam shalat, hingga apa yang diucap oleh rasulullah, “hatta yansa kam rok atan laka” hingga dia kurang ingat sudah berapa rakaat dia sudah shalat”, hingga tidak heran dikala sholat yang semestinya hati pikirannya fokus dalam sholat malah ingat dunia.

sahabatku, ikuti kalam allah surah (AL) maa’uun ayat 4 dan juga 5, “celakalah orang - orang yang mengerjakan shalat yang hati pikirannya lalai kepada allah”. lalai hatinya karna dunia “ball tu’tsiruunal hayaatad dunya” (qs (AL) a’laa 16). karna itu sadarilah hidup kita tidak lama di dunia yang fana ini, shalatlah seolah shalat terakhir hidup, ikuti sabda rasulullah, “bila engkau melaksanakan shalat hingga shalatlah kalian, serupa orang yang hendak meninggalkan alam fana” (hr ibnu majah imam ahmad).

yang keenam, karna makan minum yang haram, baik secara zat “lizaatihi” serupa anjing, babi, alkohol, narkoba dan juga sebagainya. ataupun trik mencarinya dengan trik haram, “linailihi”, meski halal zatnya serupa makan tempe ketahui halal namun karna trik mencarinya dengan berdusta, menipu, sumpah palsu, terima sogokan, korupsi dan juga sebagainya, hingga senantiasa haram, seolah dia makan tempe ketahui namun sesungguhnya dia makan anjing dan juga babi, seperti itu yang diucap “rijsun min amalisy syaithon”. najis karna amalnya ataupun “roddudzdzakaat” karna menolak zakat, hingga hartanya bercampur dengan hak faqir miskin, kotorlah hartanya. seluruhnya jadi jilbab hati dan juga jilbab ikatan kepada allah, walhasil shalatnyapun tidak diterima, allah “subbuuhun” maha suci cuma menerima yang suci. ingat pendapat rasul pada orang yang menangis tatkala berdoa, “hampir aja saya mengira doanya diijabah allah, tetapi jibril memberitahuku kalau orang itu suka menipu, lalu gimana allah menanggapi sang penipu, baju dan juga makanannya dari hasil menzalimi teman ? ” sadarilah dikala shalat kita berhadapan zat yang maha suci!.

yang ketujuh, karna shalatnya masih diiringi “al fahsyau” berbuat maksiat serupa berdusta, mabuk, buka rambut/aurat, berjudi, berzina, dari zina mata memandang yang porno, tangan meraba, benak berkhayal hingga zina kemaluan, “adzdzunuubu kaafilatul quluubi” dosa - dosa maksiat itu jadi “cover” penutup hati.

alwaqi, guru imam syafii’ mengatakan, “nurullahi la yuhda lil a’shi”, begitu sinar nur anugerah allah tidak hendak masuk pada hati yang tertutup hitam karna maksiat. inilah mayoritas yang terjalin pada “tukang shalat” bukan “penegak shalat”, stmj sholat giat maksiat tekun, ritual rutinitas tanpa diiringi amal yang bermutu, hasilnya lagi lagi kosong, tidak terdapat “atsar” pengaruh, ini sekalian jadi jawaban kenapa terdapat orang shalat namun susah khusyu’. ya gimana khusyu’ maksiat terus sich!. imam ghazali mengatakan, “sungguh, sekali dusta sudah cukup membikin sholatnya terhijab kepada rabbnya”.

yang kedelapan, karna shalatnya diiringi “al munkar”, berbuat zalim, menganiaya, menipu, menggunjing, memfitnah, merendahkan teman secara terang - terangan ataupun secara diam diam, dalam hatinya merendahkan teman , menghina, memukul terlebih hingga menewaskan teman . ini juga jadi jilbab besar, karna allah cuma menerima ibadah yang membikin hamba itu menghinakan diri dihadapannya dan juga yang membikin pribadinya rendah hati kepada mahluknya.

cukup shalat itu hendak dikira dusta bahwa tidak mencermati yatim piatu dan juga fakir miskin (qs (AL) maun 1 - 3). “cuek, masa bodoh, pelit, emangnya gue pikiran” dan juga sebagainya sudah cukup dikira pendusta shalat, pendusta agama terlebih hingga berbuat aniaya. dan juga ini seluruh bukan akhlak hamba allah yang sholat, orang shalat itu belas kasih, santun, pemaaf, murah senyum, dermawan dan juga rendah hati, sahabatku.

rasulullah bersabda, “sesungguhnya allah menerima sholat hamba hambanya yang rendah hati”. sekali lagi sahabatku, hambanya yang kenali allah hendak menghinakan diri dihadapan allah dan juga buahnya rendah hati dihadapan mahluknya.

subhanallah, maafkan bahwa saya sampaikan membikin kamu tidak aman, mudah - mudahan allah terus membimbing kita dengan hidayahnya sampai - sampai terus menjadi dekat dengan kematiaan terus menjadi baik ibadah shalat kita… aamiin




(sumber: suara - islam. com, muslimsatu. com)





Rajin Shalat, Tapi Rezeki Seret dan Susah Jodoh? Ini Nasehat dari Seorang Dai

Siapa yang tidak tahu dengan wujud da’i tersohor asal banjarmasin yang mendirikan majlis az - zikra, ialah kyai haji muhammad arifin ilham. dia sudah bertahun - tahun jadi seseorang da’i dan juga mengantarkan tausiyah dan nasehat yang amat berguna untuk kita seluruh.

bisa jadi permasalahan yang hendak kita bahas kali ini pula lagi mengenai kalian, spesialnya para pemuda dan juga pemudi. sempatkah kalian terasa rezekimu seret dan juga jodoh belum pula menghampirimu sementara itu kalian giat shalat dan juga berdoa? tidak hanya itu, kalian juga pula sudah berupaya semampu yang kalian dapat, tetapi 2 perihal tersebut nampaknya belum menghampirimu. dalam permasalahan ini, kyai haji muhammad arifin ilham hendak menanggapi kegusaran yang terdapat dalam hatimu.
seseorang jamaah bertanya, " bang, kenapa saya senantiasa sial, dari permasalahan rezeki hingga jodoh? apa yang salah, ya bang? sementara itu, saya senantiasa sholat?. "



dia menanggapi, " karna belum serius bertaubat. orang yang banyak berdosa merupakan yang amat banyak kesialan di dalam hidupnya. sholatnya masih dengan maksiat. "

tetapi, amati diri kalian dahulu. apakah kalian sudah bertaubat dengan serius? apakah sholatmu sudah benar dan juga khusyuk? apa kalian sudah beribadah dengan serius?

dia melanjutkan, " sehabis bertaubat, perhebat istighfar. begitu, seluruh kemudahan urusan (didapat) dengan (perbanyak istighfar). taat kepada allah taala dengan betul - betul taat, jangan terdapat maksiat lagi. "

dia melansir firman allah taala dalam tulisan ath - thalaq 65 ayat 2 dan juga 3, " barangsiapa bertakwa kepada allah taala, tentu ia hendak mengadakan menurutnya jalur keluar, dan juga memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka - sangkanya. dan juga barangsiapa yang bertawakkal kepada allah taala, tentu allah taala mencukupkan (keperluan) nya. sebetulnya allah taala melakukan urusan yang (dikehendaki) nya. sebetulnya allah taala telah mengadakan syarat untuk masing - masing suatu. "

oleh karna itu, lihatlah pada diri kita seorang diri. apakah kita sudah bertaubat dan juga beribadah dengan serius. jangan setengah - setengah, karna allah taala tentu hendak menepati janji - nya.

seperti itu nasehat yang di informasikan oleh kyai haji muhammad arifin ilham. bila kita mau bisa dengan mudah rezeki dan juga lekas memperoleh jodoh, hendaknya kita introspeksi diri terlebih dulu. apakah kita sudah menghindari maksiat, apakah shalat kita sudah khusyu’, apakah ibadah kita cuma diniatkan buat allah semata, apakah usaha kita dalam mendapatkannya sudah optimal? seluruh itu cuma kita seorang diri yang sanggup menjawabnya. dan juga mudah - mudahan dengan membetulkan seluruh itu, apa yang kita harapkan mampu lekas dikabulkan oleh allah swt.





(sumber: wajibbaca. com)
Sunday, September 18, 2016

Inilah 10 Jenis Sholat yang Tidak Diterima Allah

Rasulullah saw bersabda: “islam dibentuk di atas 5 perihal; bersaksi kalau tidak terdapat sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali allâh dan juga nabi muhammad merupakan utusan allâh, menegakkan shalat…. ” (hr bukhâri dan juga muslim).

seseorang muslim tentu sudah mengerti betul kalau sholat menggambarkan tiang dari dien ini. oleh karna itu, kala muadzin mengumandangkan adzan, kalangan muslimin berbondong - bondong menghadiri rumah - rumah allâh ta’ala, mengambil air wudhu, setelah itu berbaris apik di balik imam shalat mereka. mulailah kalangan muslimin tenggelam dalam diskusi dengan allâh ta’ala dan juga begitu khusyu’ menikmati shalat hingga imam mengucapkan salam. dan juga sehabis usai, tiap - tiap berulang pada aktifitasnya.

imam hasan al - bashri rahimahullâh sempat berkata: “wahai, anak manusia. shalat merupakan masalah yang mampu menghalangimu dari maksiat dan juga kemungkaran. bila shalat tidak menghalangimu dari kemaksiatan dan juga kemungkaran, hingga hakikatnya engkau belum shalat”.

dalam peluang lain, rasulullah saw pula bersabda: “barang siapa yang memelihara sholat, hingga sholat itu bagaikan sinar menurutnya, petunjuk dan juga jalur selamat dan juga barangsiapa yang tidak memelihara sholat, hingga sebetulnya sholat itu tidak jadi sinar, dan juga tidak pula jadi petunjuk dan juga jalur selamat menurutnya. ” (tabyinul mahaarim).

setelah itu rasulullah saw pula bersabda kalau: “10 orang sholatnya tidak diterima oleh allah swt, di antara lain:

lelaki yang sholat sendirian tanpa membaca suatu.
lelaki yang mengerjakan sholat namun tidak keluarkan zakat.
lelaki yang jadi imam, sementara itu orang yang jadi makmum membencinya.
lelaki yang melarikan diri.
lelaki yang minum arak tanpa ingin meninggalkannya (taubat).
wanita yang suaminya marah kepadanya.
wanita yang mengerjakan sholat tanpa mengenakan cadar.
imam ataupun pemimpin yang sombong dan juga zalim menganiaya.
orang - orang yang suka makan riba’.
orang yang sholatnya tidak mampu menahannya dari melaksanakan perbuatan yang keji dan juga munkar. ”

sabda rasulullah saw, “barang siapa yang sholatnya itu tidak mampu menahannya dari melaksanakan perbuatan keji dan juga mungkar, hingga sebetulnya sholatnya itu cuma meningkatkan kemurkaan allah swt dan juga jauh dari allah. ” hassan r. a mengatakan : “kalau sholat kalian itu tidak mampu menahan kalian dari melaksanakan perbuatan mungkar dan juga keji, hingga sebetulnya kalian dikira orang yang tidak mengerjakan sholat. dan juga pada hari kiamat nanti sholatmu itu hendak dilemparkan semula ke arah mukamu serupa satu bungkusan kain tebal yang kurang baik. ”



(sumber: islampos. com)