Showing posts with label anak. Show all posts
Showing posts with label anak. Show all posts
Thursday, September 22, 2016

Beda Agama, Ayah Ini Tetap Biayai Anaknya Belajar Islam di Pesantren Papua

Perbandingan agama dan juga keyakinan sering sekali jadi perdebatan sensitif yang tidak kunjung terdapat habisnya. tidak tidak sering perbandingan tersebut hingga menyebabkan bentrok terlebih lagi memunculkan korban nyawa melayang.

tetapi cerita keharmonisan cinta dan juga kasih sayang seseorang bapak dari papua ini, harusnya dapat membantah kalau perbandingan agama dan juga keyakinan merupakan faktor perdebatan dan juga konflik antar penganutnya. karna oleh agama whatever, perpecahan dan juga perkelahian benar tidak sempat dibenarkan.

cerita ini dikisahkan oleh abdul wahab, salah seseorang pemuda yang dikala ini lagi menempuh dedikasi di papua, bagaikan salah seseorang pengajar agama. dia menggambarkan di tempat tinggalnya dikala ini. terdapat suatu potret keharmonisan yang luar biasa, antara orangtua dan juga anak yang berubah agama dan juga kepercayaan.

anak kecil tersebut yakni rudi, seseorang bocah kecil yang memilah buat memeluk agama islam, sementara itu bapak rudi menggambarkan umat beragama kristen. kendati berubah kepercayaan, bapak rudi tidak mempermasalahkannya, dia senantiasa mencintai anaknya sebagaimana mestinya seseorang bapak mencintai anaknya.

“meski beda agama keharmonisan anak dan juga orangtua di papua ini tidak sedikitpun memunculkan suatu permasalahan dalam kehidupan satu hari, ”ujar wahab menggambarkan cerita tersebut di account sosial medianya, serupa dilansir brilio. net, senin (18/4).

gambar abdul wahab dan juga para santri di papua

tidak cuma diperbolehkan memeluk agama yang berlainan dengan bapaknya, terlebih lagi rudi pula diizinkan oleh bapaknya buat menimba ilmu agama islam di pondok pesantren angkatan laut (AL) payage, salah satu pondok pesantren di tanah papua.

tentu aja potret serupa ini jelas menohok orang - orang yang senantiasa menyebar fitnah dan juga perpecahan atas nama agama. cerita ini sekalian menampilkan betapa perbandingan sesuatu agama tidak jadi suatu sekat dalam keluarga.

“rudi yang tiap hari mengaji, mendengar petuah gurunya saiful islam di pondok dan juga dia pula paham betul berartinya akhlak terhadap orangtua walaupun berubah agama, ” imbuh wahab yang jadi salah seseorang pengajar di pondok payage tersebut.

dari cerita ini, sepatutnya manusia belajar kalau sudah sepatutnya seorang menjunjung besar kerasa kemanusiaan dan juga persaudaraan yang lebih mendalam dan juga lebih mendasar dibanding kepentingan whatever. karena kerasa kemanusiaan harusnya tidak dibatasi oleh pakaian luar dan juga sekat - sekat primordial serupa agama, suku, ras, bahasa, tipe kelamin, dan juga sebagainya.





(sumber: brilio. net)

Monday, September 19, 2016

Perasaan Ibu Ketika Dibentak Anaknya Itu Lebih Sakit Dari Melahirkan

Bunda, masakin air bu. aku mau mandi gunakan air hangat, ” seorang anak meminta ibunya mempersiapkan air hangat buat mandinya.

si bunda dengan ikhlas melakukan apa yang diperintah oleh si anak.

dengan suara lembut ibunya menyahut, “iya, tunggu sebentar ya, sayang! ”

“jangan sangat lama ya bu! soalnya aku terdapat janji sama topik,. ” tutur si anak.
tidak lama setelah itu si bunda sudah tuntas mempersiapkan air hangat buat buah hatinya.

“nak, air hangatnya sudah siap, ” bunda ini berikan ketahui.

“lama sekali sih, bu…” si anak sedikit membentak.

sehabis tuntas mandi dan juga kenakan baju apik, si anak berpamitan pada ibunya, “bu, aku keluar dulu ya, mau jalan - jalan sama sahabat. ”

“mau kemana nak? ” bertanya si bunda.

“kan sudah aku katakan, aku mau keluar jalan - jalan sama sahabat, ” kata si anak sembari mengerutkan dahi.

malam harinya, si anak kembali dari jalan - jalan, sesampainya di rumah dia terasa jengkel karna ibunya tidak terdapat di rumah. sementara itu perutnya sangat lapar, di meja makan tidak terdapat santapan whatever.

lebih dari satu waktu itu, ibunya tiba sembari berkata salam, “assalamu’ alaik­­um.. nak, kamu sudah kembali? sudah dari tadi? ”

“hah, bunda dari mana aja. aku itu lapar, mau makan tidak terdapat santapan di meja makan. semestinya apabila bunda mau keluar ini masak dulu…” kata sang anak dengan suara sangat lantang.

si bunda coba menuturkan sambil memegang tangan anaknya, “begini sayang, kamu janganlah geram dahulu. bunda tadi keluar tidaklah buat permasalahan yg tidak berarti, kalian belum tahukan bahwa istrinya pak rahman wafat? ”

“meninggal? sementara itu tidak sakit apa - apa kan, bu? ” si anak sedikit kaget, suara suaranya pula tidak besar lagi.

“dia wafat waktu maghrib tadi. ia wafat dunia dikala melahirkan anaknya. kamu wajib pula ketahui nak, seseorang bunda ini bertaruh nyawa dikala m3l4hirkan anaknya, ” bunda berikan uraian.

hati si anak mulai terketuk, dengan suara lirih dia ajukan persoalan pada ibunya, “itu berarti, bunda dikala m3l4hirkanku pula demikian? bunda pula rasakan sakit yang luar biasa pula? ”

“iya anakku. dikala ini bunda mesti berjuang menahan kerasa sakit yang luar biasa. tetapi, terdapat yang lebih sakit dari pada sebatas m3l4hirkanmu, nak, ” si bunda menanggapi.

“apa ini, bu? ” si anak mau ketahui apa yang melebihi kerasa sakit ibunya dikala melahirkan ia.

si bunda tidak mampu menahan air mata yang mengalir dari masing - masing sudut matanya seraya mengatakan,

“rasa sakit waktu bunda melahirkanmu ini tidak seberapa, apabila di banding dengan kerasa sakit yang bunda rasakan waktu dirimu membentak bunda dengan suara lantang, waktu kau menyakiti hati bunda, nak. ”

sang anak lekas menangis dan juga meminta ampun atas apa yang sudah diperbuat sepanjang ini pada ibunya.

masih senantiasa beranikah kamu membentak ibumu yang sudah mempertaruhkan hidup matinya melahirkan kamu?




(sumber: mediamasakini. com)



Thursday, August 18, 2016

Bikin Nangis, Siswa Kelas 2 SD Ini Belajar di Bawah Lampu Jalan

whatever hambatan yang terbentang di depan mata. dikala sudah terdapat antusias di dalam diri, hambatan dan juga halangan whatever tentu dapat diatasi. spesialnya dalam soal antusias belajar. bahwa antusias belajar sudah besar, keterbatasan whatever bukan lagi halangan besar buat senantiasa giat belajar.

brian parantar, laki - laki filipina ini lewat account facebooknya menggambarkan suatu pengalaman berjumpa dengan seseorang anak yang belajar di dasar lampu jalur. dalam tulisannya, dia menggambarkan bahwa dikala hendak mengarah romandiyas di calinan, kota davao dia memandang seseorang anak. anak tersebut nampak tekun belajar dengan diterangi lampu jalur.

bagi penuturan brian, anak tersebut saat ini duduk di kelas 2 sd dan juga lagi belajar dengan aktif. brian amat tersentuh dengan antusias anak tersebut. dia pula berharap mudah - mudahan cerita siswa tersebut dapat jadi antusias dan juga inspirasi buat anak lain supaya senantiasa antusias belajar.

begitu berbanding terbalik apabila memandang kelakuan miris banyak siswa dikala ini yang serupa ini: netizen gempar, 4 pelajar sma mojok di meja minimarket point, dikala jam sekolah

mereka yang kurang beruntung dengan begitu kokoh mewujudkan impianya. untuk kamu orangtua yang membaca ini, ayo beri antusias kepada anak kita supaya lebih giat belajar. untuk kalian yang masih sekolah, pacu antusias belajarmu. apakah kalian kalah dengan antusias belajar anak kecil itu?




(sumber: wajibbaca. com)




VIDEO : Karena Kemiskinan Ibu dan Anak ini Tinggal di Hutan Hanya Makan Dedaunan

gimana perasaan kamu bila memandang perihal serupa ini? seseorang bunda yang karna keterbasanya tidak dapat berkerja. karna kemiskinan, bunda dan juga anak tinggal di hutan dan juga cuma memakan dedaunan sepanjang 4 tahun. cuma sesekali terdapat dorongan dari masyarakat dekat. dan juga masih belum terdapat atensi dari pemerintah setempat.

dikutip inewstv, bunda dan juga anak di kabupaten 4 lawang, sumatera selatan ini merupakan warsih dan juga satria anaknya yang masih berumur 4 tahun. keseharianya mereka tidur cuma beralaskan plastik.

buat lebih jelasnya amati videonya,





mohon di sebarkan mudah - mudahan dapat hingga ke tangan pemerintah wilayah supaya dapat di bantu, ataupun minimun terdapat yang amati dan juga dapat menolong meringankan beban mereka.



(sumber: wajibbaca. com)